AD/ART

ANGGARAN DASAR (AD)

BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) “ESA”

DESA KEDUNGPUJI, KECAMATAN GOMBONG, KABUPATEN KEBUMEN

 

BAB I

NAMA, WAKTU, KEDUDUKAN DAN DAERAH KERJA

 Pasal 1

  • Lembaga ini bernama Badan Usaha Milik Desa “ESA” yang selanjutnya disebut BUMDes
  • BUMDes ESA didirikan pada tanggal 8 April 2016 untuk waktu yang tidak terbatas.
  • BUMDes ESA berkedudukan di Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, Kabupaten
  • Daerah kerja BUMDes ESA adalah di Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen.

 

BAB II

ASAS, VISI, MISI, MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 2

BUMDes ESA berasaskan Pancasila serta berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pasal 3

  • Visi BUMDes ESA adalah terwujudnya masyarakat desa Kedungpuji yang sejahtera.
  • Misi BUMDes ESA adalah sebagai berikut:
    1. Menciptakan lapangan pekerjaan
    2. Memenuhi kebutuhan dasar
    3. Menggali potensi desa untuk didayagunakan
    4. Membuka pola wirausaha masyarakat yang bersyariah
    5. Memberikan pelatihan wirausaha kepada masyarakat.

Pasal 4

  • Pembentukan BUMDes ESA dimaksudkan guna mendorong dan menampung seluruh kegiatan ekonomi masyarakat yang berkembang sesuai adat istiadat/budaya setempat untuk dikelola bersama.
  • Tujuan pendirian BUMDes ESA adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan desa Kedungpuji yang mandiri.

 

BAB III

JENIS USAHA DAN PERMODALAN

Pasal 5

  • Jenis usaha BUMDes ESA meliputi usaha-usaha antara lain:
  1. Peternakan
  2. Perikanan
  3. Pertanian
  4. Penyewaan
  5. Jasa
  6. Perdagangan
  7. Pariwisata
  8. Industri dan Kerajinan Rakyat
  9. Sumber Daya Lokal dan Teknologi Tepat Guna
  10. Pendidikan dan Pelatihan.

Pasal 6

  • Permodalan keuangan dan harta benda BUMDes ESA dapat berasal dari:
  1. Penyertaan modal desa
  2. Penyertaan modal masyarakat desa
  3. Kerjasama dengan pihak ketiga
  4. Bantuan dari pemerintah; Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten yang disalurkan melalui mekanisme APBDes dan,
  5. Hasil usaha
  6. Sumber-sumber lain yang memungkinkan.

Pasal 7

  • BUMDes ESA adalah Badan Usaha Milik Desa yang dimiliki oleh pemerintah desa dan masyarakat.
  • Dalam perkembangannya, masyarakat dapat berperan dalam kepemilikan BUMDes ESA melalui penyertaan modal maksimal 49 %.

 

BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 8

  • Organisasi BUMDes ESA berada di luar struktur organisasi Pemerintahan Desa.
  • Susunan organisasi BUMDes ESA terdiri dari:
  1. Penasihat
  2. Pelaksana operasional
  3. Pengawas

Pasal 9

  • Penasihat sebagaimana dimaksudkan pada pasal 10 ayat (2) huruf a dijabat oleh Kepala Desa.
  • Pelaksana operasional sebagaimana dimaksudkan pada pasal 10 ayat (2) huruf b terdiri atas:
  1. Direktur
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  4. Kepala Unit Usaha.
  • Pengawas sebagaimana dimaksudkan pada pasal 10 ayat (2) huruf c terdiri atas:
  1. Ketua
  2. Wakil Ketua merangkap anggota
  3. Sekretaris merangkap anggota
  4. Struktur jabatan pengawas dipilih oleh anggota pengawas.

 

BAB V

TATA CARA PENGGUNAAN DAN PEMBAGIAN KEUNTUNGAN

Pasal 10

  • Pendapatan bersih diperoleh dari hasil transaksi dikurangi dengan pengeluaran biaya dan kewajiban pihak lain, serta penyusutan atas barang-barang inventaris dalam 1 (satu) tahun buku.
  • Perhitungan 1 (satu) tahun buku BUMDes ESA dimulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun berjalan.
  • Pembagian pendapatan bersih ditetapkan berdasarkan musyawarah Penasihat dan Pelaksana Operasional BUMDes, dengan ketentuan:
  1. Pemupukan Modal Usaha :   25%
  2. Pendapatan Asli Desa (PAD) :   20%
  3. Pendidikan dan Pelatihan Pelaksana Operasional :   5%
  4. Pengawas dan Penasihat :   3%
  5. Honor Pelaksana Operasional :   35%
  6. Biaya Rapat :   7%
  7. Dana Sosial :   5%

 

BAB VI

TENTANG LOGO

Pasal 11

  • Gambar logo BUMDes ESA Kedungpuji adalah sebagaimana gambar berikut:
Logo BUMDes “ESA”
  • Makna Logo
  1. Akolade melingkar segi lima dalam arti Pancasila sebagai Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. Bintang sebagai lambang nama BUMDes ESA yang artinya menjadi nomor satu dan selalu terdepan
  3. 17 butir kapas, 8 buah simpul pengikat, 45 butir padi melambangkan Hari kemerdekaan RI dan kemakmuran
  4. Lingkaran Putih melambangkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan.
  5. Burung Lawet melambangkan icon Kebumen dimana keberadaan BUMDes “ESA” Desa Kedungpuji adalah di Kabupaten Kebumen
  6. 5 orang bergandengan dengan warna yang berbeda melambangkan arti rasa gotong royong tanpa memandang status sosial.
  • Arti Keseluruhan:

BUMDes “ESA” Desa Kedungpuji yang merupakan Badan Usaha Milik Desa yang bertujuan Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Kedungpuji melalui Pembangunan Usaha Ekonomi dan Pelayanan Sosial, dengan moto: “Mari Bersinergi Membangun Desa.” yang berasaskan Pancasila dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan kegiatan yang terus menerus dan berkesinambungan untuk menghimpun, menggerakan dan membangun masyarakat berkemandirian dengan 10 unit usaha didalamnya.

 

BAB VII

KETENTUAN PERALIHAN

Hal-hal yang belum diatur di dalam Anggaran Dasar ini, akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART), dan/atau dilakukan perubahan seperlunya yang diputuskan melalui Musyawarah Desa.

 

BAB VIII

PENUTUP

Anggaran Dasar BUMDes ESA ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

Demikian Anggaran Dasar BUMDes ESA ditetapkan oleh Pimpinan Rapat Tim 9 yang diberi kuasa oleh Musyawarah Desa.

 

Ditetapkan di         :   Kedungpuji

Pada tanggal          :   17 Oktober 2018

 

PELAKSANA OPERASIONAL

  1. SEFUDIN, SE, S.Kom.                    Direktur                  ……………ttd…………………
  2. MELY FITRIYANI                           Sekretaris               ……………ttd…………………
  3. DEDI GUNAWAN                           Bendahara              ……………ttd…………………

 

Mengetahui,

Kepala Desa Kedungpuji,                                                                                       Ketua BPD Kedungpuji

 

……………ttd…………………                                                                                             ……………ttd…………………

 

Yuliono Irmawan, A.Md.                                                                              Misroji, S.Pd.

 

 

======================================================================


ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) “ESA”

DESA KEDUNGPUJI, KECAMATAN GOMBONG, KABUPATEN KEBUMEN

BAB I

UMUM

Pasal 1

Anggaran Rumah Tangga (ART) BUMDes ESA merupakan pengaturan lebih lanjut dari AD BUMDes “ESA” desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.

 

BAB II

ORGANISASI PENGELOLA BUMDES ESA

Pasal 2

Susunan pengurus organisasi BUMDes ESA desa Kedungpuji terdiri dari:

  • Penasihat
  • Pelaksana Operasional
  • Pengawas

Pasal 3

  • Penasihat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a dijabat secara ex officio oleh Kepala Desa Kedungpuji.
  • Pelaksana operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b mempunyai tugas mengurus dan mengelola BUMDes sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
  • Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c mewakili kepentingan masyarakat.

 

BAB III

HAK, KEWAJIBAN DAN WEWENANG PENGELOLA/PENGURUS

Pasal 4

  • Penasihat dalam melaksanakan tugasnya mempunyai hak:
  1. Mendapat tunjangan/insentif.
  2. Menggunakan fasilitas sarana/prasarana yang dimiliki BUMDes untuk kelancaran pengelolaan BUMDes ESA desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.
  • Penasihat dalam melaksanakan tugasnya mempunyai kewajiban:
  1. Memberikan nasihat kepada Pelaksana Operasional dalam melaksanakan pengelolaan BUMDes Esa desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.
  2. Memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BUMDes ESA desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.
  • Penasihat berwenang:
  1. Meminta penjelasan dari Pelaksana Operasional mengenai persoalan yang menyangkut pengelolaan usaha desa
  2. Melindungi usaha desa dari hal-hal yang dapat menurunkan kinerja BUMDes ESA desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.
  3. Menegur dan memberi sanksi kepada Pelaksana Operasional BUMDes ESA yang melanggar AD/ART.

Pasal 5

  • Pelaksana Operasional dalam melaksanakan tugasnya mempunyai hak:
  1. Mendapat tunjangan/insentif.
  2. Menggunakan fasilitas sarana/prasarana yang dimiliki BUMDes untuk kelancaran pengelolaan BUMDes ESA desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.
  • Pelaksana Operasional dalam melaksanakan tugasnya mempunyai kewajiban:
  1. Melaksanakan dan mengembangkan BUMDes ESA desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen agar menjadi lembaga yang melayani kebutuhan ekonomi dan/atau pelayanan umum masyarakat desa.
  2. Membuat laporan keuangan seluruh unit-unit usaha BUMDes ESA setiap 3 bulan untuk dilaporkan kepada Pengawas.
  3. Membuat laporan perkembangan kegiatan unit-unit usaha BUMDes ESA setiap 3 bulan bulan untuk dilaporkan kepada Pengawas.
  4. Melaporkan perkembangan unit-unit usaha BUMDes ESA kepada masyarakat desa melalui Musyawarah Desa
  • Pelaksana Operasional berwenang:
  1. Mengangkat dan memberhentikan karyawan atas persetujuan Pengawas.
  2. Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga perekonomian lainnya.
  3. Meningkatkan kualitas SDM untuk mengoptimalkan kinerja Pengelola dan Pegawai BUMDes ESA.
  4. Menggali dan memanfaatkan potensi usaha ekonomi desa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Pasal 6

  • Pengawas dalam melaksanakan tugasnya mempunyai hak:
  1. Mendapat tunjangan/insentif.
  2. Menggunakan fasilitas sarana/prasarana yang dimiliki BUMDes untuk kelancaran pengelolaan BUMDes ESA desa Kedungpuji, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.
  • Pengawas dalam melaksanakan tugasnya mempunyai kewajiban:
  1. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Pelaksana Operasional
  2. Menyelenggarakan Musyawarah/Rapat Umum untuk membahas kinerja BUMDes sekurang-kurangnya satu tahun sekali.
  • Pengawas berwenang:
  1. Memberikan teguran kepada Pelaksana Operasional BUMDes ESA
  2. Memberikan saran kepada Musyawarah Desa untuk pemilihan dan pengangkatan Pengawas.

 

BAB IV

MASA BAKTI KEPENGURUSAN

Pasal 7

  • Masa bakti Penasihat selama masih menjabat Kepala Desa.
  • Masa bakti Pelaksana Operasional selama 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode kepengurusan.
  • Masa bakti Pengawas selama 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode kepengurusan.

 

BAB V

TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PENGURUS

Pasal 8

  • Pelaksana Operasional dan Pengawas diangkat dan diberhentikan oleh Penasihat berdasarkan persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Musyawarah Desa (Musdes)/rembug desa.
  • Persyaratan menjadi Pelaksana Operasional meliputi:
  1. Warga desa Kedungpuji yang mempunyai jiwa wirausaha
  2. Berdomisili dan menetap di desa Kedungpuji sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun
  3. Berkepribadian baik, jujur, adil, cakap, dan perhatian terhadap usaha ekonomi desa
  4. Pendidikan minimal setingkat SMA/MA/SMK atau sederajat
  • Pelaksana Operasional dapat diberhentikan dengan alasan:
  1. Meninggal dunia.
  2. Telah selesai masa bakti sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMDes ESA.
  3. Mengundurkan diri.
  4. Tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga menghambat perkembangan kinerja BUMDes ESA.
  5. Terlibat kasus pidana dan telah ditetapkan sebagai terdakwa.
  6. Telah melakukan tindakan-tindakan asusila, penggunaan dan penyalahgunaan narkoba dan hal-hal yang melanggar norma yang berlaku.

 

BAB VI

SANKSI

Pasal 9

  • Bagi Pelaksana Operasional BUMDes ESA desa Kedungpuji yang melanggar ketentuan AD/ART dapat dikenakan sanksi sebagai berikut:
  1. Teguran Lisan
  2. Pemberian Surat Peringatan (SP) I dan II
  3. Pemberhentian
  4. Dapat diproses melalui jalur hukum

 

BAB VII

SUMBER PERMODALAN

Pasal 10

Permodalan, keuangan dan harta benda BUMDes ESA Desa Kedungpuji dapat berasal dari:

  1. Penyertaan modal Desa
  2. Penyertaan modal masyarakat Desa
  3. Kerjasama dengan pihak swasta/pihak ketiga
  4. Bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten yang disalurkan melalui mekasine APBDes
  5. Hasil usaha.

Pasal 11

  • Modal BUMDes yang berasal dari pemerintah desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 huruf a, merupakan kekayaan desa yang dipisahkan.
  • Modal BUMDes yang berasal dari tabungan masyarakat sebagaimana dimaksud pasal 10 huruf b merupakan simpanan masyarakat.
  • Modal BUMDes yang berasal dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten sebagaimana dimaksud pasal 10 huruf d dapat berupa dana tugas pembantuan/hibah.

BAB VIII

KEPAILITAN BUMDES

Pasal 12

  • Kerugian yang dialami BUMDes menjadi beban BUMDes dan penanam modal dengan prosentase 50%-50%.
  • Dalam hal BUMDes tidak dapat menutup kerugian dengan asset dan kekayaan yang dimilikinya, dinyatakan rugi melalui Musyawarah Desa (Musdes).
  • Unit usaha milik BUMDes yang tidak dapat menutup kerugian dengan asset dan kekayaan yang dimilikinya, dinyatakan pailit sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan mengenai kepailitan.

 

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini dapat diatur kemudian oleh Musyawarah Desa.

Demikian Anggaran Rumah Tangga BUMDes Esa Desa Kedungpuji ditetapkan oleh Kepala Desa Kedungpuji yang disetujui oleh Musyawarah Desa.

Ditetapkan di         :   Kedungpuji

Pada tanggal          :   17 Oktober 2018

 

PELAKSANA OPERASIONAL

  1. SEFUDIN, SE, S.Kom.                    Direktur                  ……………ttd…………………
  2. MELY FITRIYANI                           Sekretaris               ……………ttd…………………
  3. DEDI GUNAWAN                           Bendahara              ……………ttd…………………

 

Mengetahui,

Kepala Desa Kedungpuji,                                                                                         Ketua BPD Kedungpuji

 

……………ttd…………………                                                                                                ……………ttd…………………

 

Yuliono Irmawan, A.Md.                                                                                 Misroji, S.Pd.