Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, sukses dikelola Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), melalui pengucuran modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMDes).

BUMDes Sumber Rejo yang dikelola warga Desa Sidorejo, membuat Bumdesmart yang baru dimulai bulan November 2017, sudah mengantongi omset hingga ratusan juta tiap bulan. Bumdesmart turut meningkatkan ekonomi kreatif para warga sekitar dan menekan angka pengangguran di Desa Sidorejo.

Menurut Imron, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Ekonom Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin, melalui permodalan dana desa, Bumdesmart berkembang secara pesat dalam waktu yang singkat.

“Kurang dari satu tahun, omset Bumdesmart alhamdulillah di tahun ini sudah mencapai Rp 200 Juta per bulan,” kata Imron kepada Liputan6.com, Senin 6 Agustus 2018.

Beragam kebutuhan warga sekitar disediakan di Bumdesmart, sehingga warga tidak perlu lagi ke kota di Musi Banyuasin. Usaha ini juga mendukung kelompok usaha perempuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

30 persen dari keseluruhan produk yang dijual di Bumdesmart, merupakan produk olahan warga sekitar. Tentu ini menuai apresiasi karena membantu promosi dan pemasaran produk lokal.

“Bumdesmart memang dibentuk dari dan untuk masyarakat desa, salah satunya lapangan pekerjaan bagi warga lokal,” kata Imron.

Lokasi Bumdesmart dipilih yang paling strategis di antara beberapa desa. Efeknya, peningkatan transaksi cukup tinggi. Bahkan, minimarket modern ini juga kian diminati para anak muda di sekitar, dengan adanya fasilitas Wifi gratis.

Bumdesmart ini diproyeksikan menjadi toko grosir. Tujuannya jelas, untuk memenuhi kebutuhan warung-warung di sekitar Desa Sidorejo. Anggaran bantuan modal dana desa untuk pemerintah daerah, sudah dianggarkan di tahun 2018 untuk merealisasikan program ini.

“Dengan harga grosir, pengelola warung kecil bisa mengambil barang ke Bumdesmart, dengan harga terjangkau dan hemat uang transportasi,” katanya.

Para pengelola warung di desa biasanya membeli barang jualannya di pusat Kabupaten Musi Banyuasin. Jarak Desa Sukorejo ke pusat Kota Musi Banyuasin memakan waktu satu jam. Tentu terjadi inefisiensi waktu, tenaga dan uang.

Penyedia Kebutuhan Masyarakat

Dinas PMD Kabupaten Musi Banyuasin juga akan menggelontorkan bantuan permodalan kembali, untuk BUMDes yang sukses mengembangkan bisnisnya.

“Ada 227 desa yang sudah dialokasikan di tahun 2017. Tahun 2018 alokasi untuk Bumdes lebih fokus ke pengembangan usaha saja. Atau masuk kategori hijau, yang sudah punya usaha dan prospeknya bagus,” kata Imron.

Imron menerangkan, Bumdesmart bukan merupakan kompetitor bagi pengusaha kecil di Desa Sidorejo. Namun untuk membantu para warga dan pengelola usaha, untuk mendapatkan kebutuhan hari-hari yang sulit didapatkan.

Sementara itu menurut Sadirun, Direktur Bumdesmart, mereka mendapatkan bantuan dana desa sebesar Rp 109 Juta, untuk membeli beragam perlengkapan toko dan barang yang dijual. Mereka juga dapat dana tambahan di tahun 2017 sebesar Rp 50 Juta, untuk menambah fasilitas lainnya.

Dengan bantuan permodalan dari Dana Desa, pinjaman Bank dan beberapa warga sekitar, Bumdesmart langsung diminati warga sekitar, bahkan banyak juga yang datang dari desa tetangga.

“Yang paling banyak dibeli yaitu susu dan kebutuhan bayi. Sebelumnya mereka harus pergi ke Sungai Lilin dan Sekayu dengan jarak 30-40 Kilometer untuk mendapatkan kebutuhan bayi ini,” katanya.

Mereka juga menjual barang sembako, seperti gula dan tepung. Para sales produk biasanya langsung mendatangi Bumdesmart untuk mengantar barang pesanan. Sehingga mereka tidak kesulitan untuk memenuhi stok produk jualannya.

Source: www.liputan6.com